BIDANG ADMINISTRASI

Koordinator : Sapta Sagita C. (085641067604)
Anggota : Dyah Septanti Andriana (085290520592)
Tugas : Melaksanakan tugas keadministrasian, promosi, serta inventarisasi

BIDANG HRD PELAYAN TUHAN

Koordinator  : Gregorius Suwito (085290837690)
Anggota  : Dyah Septanti Andriana (085290520592)
Tugas  : Menangani data pelayan – pelayan Tuhan, melakukan follow up kegiatan MMK yang di antaranya dilakukan dengan mengadakan kegiatan pelatihan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kualitas  pelayanan.

BIDANG SEKOLAH ALKITAB

Koordiantor : Fianus Tandiongan (081326022472)
Anggota : Johanes T
Widya Siwu (085228872132)
Tugas : Memperlengkapi jemaat dengan pemahaman Alkitab yg benar dan mempersiapkan jemaat utk melayani.

BIDANG BPN (Bimbingan Pra Nikah)

Koordinator : Bpk/Ibu Susanto Tjahjono (0811279019)
Anggota : Andreas Wijono (0816665112)
Denny Tri Wahyono (085727378009)
Tugas : Membina dan mempersiapkan jemaat

BIDANG WISE MAN MOVEMENT

Koordinator : Stefanus Winarto Gunarso (0811296191)
Anggota : Johny Bambang (081325640604)
Tugas : Membina dan memperlengkapi pria – pria Allah mencapai kemaksimalannya, sehingga menjadi serupa dengan Kristus

BIDANG NOBLE WOMAN MOVEMENT

Koordinator : Endrawila Sulistya Rabda  (08122862125)
Anggota : Sandra Adiputri (0811299362)
Setyawati Lukman (08156633108)
Tugas : Membina dan memperlengkapi para wanita sebagai murid Kristus dan mitra pria sesuai kebenaran firman Tuhan.
BIDANG LITERATUR “BEREA”
Koordinator : Rudi Sugianto (024 – 70362036)
Anggota : Arie Widarto (0816659740 / (024 – 70301181)
  Doto Susilo (024 – 7606224)

Bidang Literatur “Berea” merupakan bidang penunjang yang berada di bawah Departemen Edukasi Gereja Bethel Tabernakel “Kristus Alfa Omega” Semarang. Dimana keberadaan bidang ini diharapkan dapat membawa jemaat Tuhan menjadi ‘lebih baik hatinya’ karena jemaat dapat menerima pengajaran firman Tuhan dengan segala kerelaan hati dan membuat jemaat Tuhan mau menyelidiki firman Tuhan setiap harinya. (Kisah Para Rasul 17:11-12).

Untuk pencapaian sasaran tersebut, Bidang Literatur “Berea” menangani penerbitan buku–buku rohani karya Pdt. Ir. Timotius Subekti dan tim, renungan harian “Suara Alfa Omega”, renungan harian melalui Hand Phone (HP) yaitu berupa Short Message Service (SMS) dan Pelatihan Menulis.

1.    Penerbitan Buku-Buku Rohani

Selama tahun 2009, Bidang Literatur ”Berea” sudah menerbitkan beberapa buku rohani, diantaranya:

•    Menjadi Murid Kristus (MMK)
Sebuah buku saku sebagai panduan pemuridan yang ditujukan kepada seluruh jemaat Tuhan pada umumnya dan kepada petobat-petobat baru secara khusus, sehingga dapat mengalami pertumbuhan rohani yang sehat di dalam Tuhan. Dikemas dengan sangat sederhana dengan harapan mudah dimengerti dan dicerna secara pribadi, sekalipun tanpa bimbingan saudara seiman lainnya selaku pembina / menthoring.
•    Keselamatan Yang Alkitabiah
Sebuah buku yang mengulas panjang lebar mengenai doktrin keselamatan yang Alkitabiah. Sebagai buku pedoman dalam kelas Equipping Believer Class (EBC), yaitu kelas pembinaan yang ditujukan bagi jemaat Tuhan, juga sebagai bahan kuliah dari Sekolah Tinggi Teologi SALOM Semarang.
•    Kulihat Langit Terbuka
Merupakan kotbah Pendalaman Alkitab Mingguan yang disampaikan Pdt. Ir. Timotius Subekti. Dikemas dalam bentuk dan isi yang lebih menarik sehingga dapat memberkati setiap anak Tuhan yang membacanya. Diharapkan setiap pembaca mengalami pengalaman ’langit terbuka’, dimana kehadiran Tuhan dapat dirasakan secara langsung oleh setiap pribadi anak-anak Tuhan.

Sedangkan di tahun 2010, Bidang Literatur ”Berea” direncanakan dapat menerbitkan kembali beberapa buku rohani. Diantaranya:

•    Renungan Harian Menjadi Murid Kristus
Merupakan buku tambahan dari Menjadi Murid Kristus (MMK). Berisi renungan harian selama 40 hari, yang dipergunakan selama mengikuti kelas pembinaan tersebut.
•    Last Day Warning
Merupakan hasil Seminar Akhir Jaman yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti. Dikemas dalam bahasa yang sederhana, sehingga dapat dengan mudah dicerna oleh setiap pembaca. Juga dilengkapi dengan beberapa gambar pendukung untuk memudahkan setiap pembaca dalam mempelajari buku ini.
•    Peristiwa-Peristiwa Akhir Jaman (Eskatologi)
Sebagai bahan yang dipergunakan dalam kelas Equipping Believer Class (EBC) tahun 2010 dan juga sebagai bahan kuliah di Sekolah Tinggi Teologi SALOM Semarang.
•    Iman Kristen VS Bidat
Sebagai bahan yang dipergunakan dalam kelas Equipping Believer Class (EBC) tahun 2010. Dengan harapan dapat menjawab kebutuhan jemaat Tuhan, khususnya dalam menghadapi maraknya ajaran sesat yang muncul belakangan ini.

2.    Renungan Harian “Suara Alfa Omega”

Renungan Harian milik Gereja Bethel Tabernakel ”Kristus Alfa Omega” Semarang, terbit pertama kali pada bulan Juli 2002, dalam bentuk lembaran yang disisipkan dalam Warta Gereja, sehingga penerbitannya dilakukan satu minggu sekali. Dengan berjalannya waktu, maka pada tahun 2008, Renungan Harian dikemas dalam bentuk buku dengan memakai nama ”Roti Surgawi” dan untuk selanjutnya, tahun 2009 sampai sekarang ini, berubah nama menjadi ”Suara Alfa Omega”.

Renungan Harian ”Suara Alfa Omega” diterbitkan satu bulan sekali dan tidak diperjualbelikan. Berisi renungan harian selama satu bulan penuh, cara penggunaan, pokok doa sepekan, laporan utama yang berupa hasil wawancara dari beberapa anak Tuhan yang berkompeten di dalamnya, artikel lepas dan juga Quiz Alkitab pada edisi-edisi tertentu.

Renungan Harian ”Suara Alfa Omega” memiliki ciri khas yang tidak terdapat dalam renungan-renungan yang tercetak oleh gereja-gereja lokal manapun atau yang terjual di pasaran. Dimana tema dan isi daripada Renungan Harian ini berpedoman pada kotbah-kotbah mingguan dari Pdt. Ir. Timotius Subekti, selaku Penatua Sidang GBT. Kristus Alfa Omega Semarang. Dalam arti, tema dan isi yang ditulis dalam Renungan Harian ini sebelumnya sudah dikotbahkan terlebih dahulu pada hari Minggunya, sehingga hari Senin sampai Minggu selanjutnya, renungan bersifat implementasi dari kotbah Minggu tersebut.

Keberagaman penulis pun membuat ‘nilai tambah’ dari renungan ini, sehingga menjadikan Renungan Harian “Suara Alfa Omega” dicintai dan dinanti-nantikan oleh para pembaca setia dimana pun berada. Diantaranya ada yang berprofesi sebagai pelajar / mahasiswa, karyawan, pengusaha,  wiraswasta, pendeta dan lain-lain.

Suka dan duka mewarnai keberadaan Renungan Harian “Suara Alfa Omega” sehingga tetap eksis sampai saat ini. Tentunya dukungan dari para pembaca setia merupakan dorongan kuat bagi kelangsungan renungan harian ini dikemudian hari.

 

Susunan Redaksi:
Penasehat : Pdt. Ir. Timotius Subekti
  Pdt. Sundoro Jahja, M.Div
Editor : Rudi Sugianto
  Arie Widiarto
Distribusi : Sapta Sagita C.
  Dyah Septanti Andriana
Team Penulis : Andreas Sutikno (AS)
  Arie Widiarto (02)
  Ermiet Junaedi (EJ)
  Fernando Andryawan (FA)
  Fianus Tandiongan (FT)
  Frangky Widjaja (FW)
  Gamaliel Purnomo (GP)
  Gregorius Handoyo Suwito (GS)
  Hady Broto (HB)
  Johny Bambang Wantoro (JB)
  Lois Dero (LD)
  Magdalena Fajarini (MF)
  Milka Subekti (MS)
  Rommy Santoso (RM)
  Rosalia Amaya (RA)
  Rudi Sugianto (RS)
  Tri Gunawan (TG)
  Widya Siwu (WS)
  Yanty Piri (YP)
  Yemima Andi Triana (AT)
  Yoga Abadi (YA)
  Yogi Santoso (YS)
3.    Renungan Harian SMS

Dalam menyikapi kebutuhan rohani anak-anak Tuhan, ditunjang dengan perkembangan teknologi yang semakin melesat, Gereja Bethel Tabernakel ”Kristus Alfa Omega” Semarang menyodorkan pelayanan baru kepada seluruh jemaat Tuhan dimana pun berada, berupa Renungan Harian melalui Short Message Service (SMS) yang dapat diterima dalam Hand Phone (HP) dari jemaat Tuhan yang membutuhkannya.

Terhitung 1 Juli 2009, program ini mulai berjalan dengan kerjasama dengan Mocoplus, selaku pengelola, dan Indosat, selaku penyedia nomor regristrasi yang dapat dipakai untuk pendaftaran dari jemaat Tuhan yang ingin mempergunakan layanan ini. Program yang untuk sementara hanya melalui operator Indosat inipun berjalan dengan respon yang baik dari jemaat Tuhan. Sampai pada Desember 2009, program ini pun berkembang luas hingga melayani semua operator.

Caranya:
Ketik REG (spasi) GAO (kirim ke 9910)
Jemaat akan mendapatkan 1 SMS berkat Tuhan melalui HP mereka masing-masing setiap harinya, dengan biaya per SMS adalah Rp.500,-. (Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG (spasi )GAO (kirim ke 9910).

4.    Pelatihan Menulis

Guna kelangsungan dan peningkatan kualitas dari beberapa program tersebut diatas, maka pada tanggal 27 Mei 2009 telah diadakan Pelatihan Menulis, yang tidak hanya ditujukan bagi para penulis renungan, melainkan juga jajaran lain yang berkepentingan dalam pelatihan ini. Diantaranya: Sekolah Tinggi Teologi SALOM, tim redaksi Pusaka Tuhan, Departemen Komunikasi, Departemen Pemuda Remaja serta Gereja Anak NAMBA.
Pelatihan yang dilakukan 2 sesi ini, dimulai dari pagi hingga siang hari. Dengan pembicara tunggal Bapak Gunawan Permadi, selaku Redaktur Pelaksana Harian ”Suara Merdeka”. Adapun Materi Pelatihan Menulis tersebut sebagai berikut:
MENULIS  EDITORIAL
Oleh Gunawan Permadi

DALAM terminologi kepenulisan, format tulisan bisa dibagi ke dalam dua kutub ekstrem, yaitu fakta dan fiksi. Tulisan yang semata-mata berisi fakta biasa dikenal dengan istilah berita (news), sedangkan tulisan yang semata-mata berisi imajinasi disebut dengan fiksi atau dongeng. Di antara kedua kutub itu, terdapat berbagai variasi format tulisan, di antaranya adalah editorial.

Berdasarkan format dua kutub itu, dapat dikatakan, editorial (atau sering pula disebut tajuk) berada di antara dua kutub itu, atau dengan kata lain, dapat dipahami  sebagai sebuah tulisan yang berisi campuran fakta dan fiksi, data dan opini.

Editorial sendiri adalah sebuah artikel yang merefleksikan sikap atau gagasan sebuah media terhadap isu. Gagasan atau sikap itu dipresentasikan dalam bentuk opini melalui editorial. Atas dasar pengertian itu, tulisan-semacam renungan harian dapat dikategorikan dalam bentuk editorial karena formatnya yang berupa esai singkat, dan karena substansinya juga mengandung tiga unsur penting dalam editorial yaitu: sikap, gagasan, dan opini.
Berdasarkan tujuannya, editorial dapat digolongkan dalam beberapa bentuk:

1.    Editorial yang Menjelaskan.

Editorial yang bersifat menjelaskan adalah semacam esai eksposisi. Esai ini berusaha untuk menafsirkan atau menginformasikan suatu gagasan atau opini dan bukan untuk menyatakan suatu argumen atas sudut pandang tertentu. Pengungkapan opini hanya muncul dalam interpretasi atas fakta. Editorial semacam ini berusaha menjelaskan peristiwa yang berkembang di masyarakat, memberikan deskripsi detail penyebab-penyebabnya, dan menyoroti pentingnya isu tersebut.

2.    Editorial yang Mengevaluasi

Editorial yang mengevaluasi memusatkan perhatian pada aksi atau situasi yang dianggap menyimpang atau membutuhkan perbaikan, atau sesuatu yang perlu mendapat sorotan atau pujian. Apabila artikel editorial ini mengkritik suatu kejadian atau kebijakan, seyogyanya kritik itu tetap konstruktif. Penulis biasanya diharapkan untuk menekankan sisi-sisi positif atas hal-hal yang dikritik. Penulis juga wajib untuk menyampaikan alternative solusi atau tindakan yang perlu ditempuh sebagai tindaklanjut dari pembicaraan atas isu tersebut.
Apabila editorial itu menyoroti atau memuji suatu peristiwa, perlu diungkapkan alasan-alasan spesifik mengapa peristiwa itu patut mendapat pujian.

3.    Editorial yang Persuasif

Pada umumnya, editorial yang persuasif menawarkan solusi-solusi tertentu atas suatu masalah. Artikel semacam ini bertujuan untuk menggerakan publik untuk bertindak, bukan sekadar untuk memahami situasi. Editorial yang persuasif berfungsi untuk membawa perubahan kebijakan atas suatu masalah.

Dalam mencapai salah satu atau ketiga tujuan tersebut, satu hal penting yang harus diperhatikan adalah melibatkan pembaca. Penulis-penulis editorial berkewajiban untuk menciptakan suatu wacana publik (community conversation). Supaya para pembaca pada gilirannya juga ikut menyampaikan pendapat atau gagasannya, perlu disediakan ruang untuk dialog atas topik-topik yang menjadi perhatian. Pada surat kabar, pembaca dapat menyampaikannya dalam bentuk Surat Pembaca atau tulisan-tulisan opini.

Seperti halnya tulisan-tulisan lain, editorial juga dituntut untuk memenuhi kriteria-kriteria umum dalam bentuk penulisan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

1.    Gaya Penulisan

Masing-masing orang yang melakukan kontribusi artikel maupun penyuntingan artikel memiliki gaya penulisan yang berbeda-beda. Hal ini menyumbang kepada keunikan dan hak istimewa yang dimiliki oleh para kontributor itu sendiri. Meskipun demikian, hal berkenaan pemilihan kata dan istilah hendaknya tetap mendapat perhatian utama oleh para kontributor

2.    Pikirkan Pembaca

Dalam menyajikan sebuah artikel perlu dipertimbangkan bahwa artikel yang dimuat adalah artikel yang dapat dibaca oleh semua kalangan  Sehingga, penting untuk memilih kata yang sesederhana mungkin. Khalayak media massa, yaitu pembaca surat kabar, pendengar radio, penonton televisi terdiri dari aneka ragam manusia dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang berbeda-beda, dengan minat perhatian, daya tangkap, kebiasaan yang berbeda-beda pula.
Jangan sekali-kali mengabaikan pembaca, mereka bisa sewaktu-waktu berubah menjadi sama atau bertukar posisi dengan Anda.

3.    Istilah yang jelas, tepat dan akurat

Penggunaan istilah perlu mendapat perhatian khusus, dengan tetap memperhatikan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Kalimat bahasa Indonesia bersahaja sifatnya. Ia terdiri dari kata pokok atau subjek (S), kata sebutan atau predikat (P), dan kata tujuan atau objek (O). Misalnya, kalimat “Si Amat (S) pergi ke pasar (P) membeli sebuah pena”. Kalimat demikian sudah lengkap berdiri sendiri. Karena terpengaruh oleh jalan bahasa Belanda atau bahasa Inggris, ada orang Indonesia yang biasa pula menulis kalimat yang panjang, berbentuk “compound sentence”, kalimat majemuk dengan induknya dan anaknya yang dihubungkan dengan kata sambung. Misalnya, dia menulis, “Si Amat pergi ke pasar beli sebuah pena yang mana merupakan pemborosan tenaga oleh karena telah dikatakan kepadanya bahwa pena itu dapat juga dibeli di toko seberang rumahnya sehingga segala sesuatu lebih mudah jadinya”. Dengan menggunakan kalimat majemuk, pengutaraan pikiran kita mudah terpeleset menjadi berbelit-belit dan bertele-tele. Sebaiknya, wartawan menjauhkan diri dari kesukaan memakai kalimat majemuk karena bisa mengakibatkan tulisannya menjadi “woolly” alias tidak terang.

4.    Style dan Personalitas.

Tema tulisan barangkali biasa saja, tapi penulisan dengan “style” yang orisinal dan istimewa serta sudut pandang yang unik akan menjadikan sebuah tulisan sebagai “tidak biasa” atau “luar biasa”.

Jangan asal menulis. Tak jarang teknik atau cara menulis/bercerita lebih utama daripada isi cerita itu sendiri. Rencanakan segala sesuatunya dengan matang. Inilah perlunya outline/kerangka karangan. Tak ketinggalan, terutama dalam menulis fiksi, karakter juga memiliki peran penting. Ada pembaca yang tertarik mengikuti sebuah cerita karena penasaran atau jatuh cinta dengan karakternya. Rencanakan, dan setelah itu jangan lupa juga untuk segera menuangkannya dalam tulisan.

Untuk mewujudkan prinsip-prinsip tersebut, ada beberapa kaidah yang perlu menjadi perhatian setiap penulis. Berikut ini disampaikan sedikit di antara banyak “aturan”  yang wajib ditaati penulis, yakni:
1.  Menulis jelas dan ringkas
2.  Mengindari jargon dan istilah teknis, istilah asing
3.  Menghindari akronim dan singkatan
4.  Membuat kalimat/paragraf sederhana
5.  Menulis dengan kata kerja aktif

Tugas seorang penulis adalah membuat sesuatu informasi yang dikumpulkan dan dilaporkan menjadi jelas bagi pembaca. Ketidakmampuan menekankan kejelasan adalah kegagalan seorang penulis.

Menulis secara jelas membutuhkan dua prasyarat, yakni si penulis harus memahami betul soal yang mau ditulisnya, bukan juga pura-pura paham atau belum yakin benar akan pengetahuannya sendiri. Kedua, penulis harus punya kesadaran tentang pembaca.

Sebuah tulisan yang jelas juga harus memperhitungkan syarat-syarat teknis komposisi:
1.    Tanda baca yang tertib.
2.    Ejaan yang tidak terlampau menyimpang dari yang lazim dipergunakan atau ejaan standar.
3.    Pembagian tulisan secara sistematik dalam alinea-alinea. Perlunya disiplin berpikir dan menuangkan pikiran dalam menulis.
4.    Sistematika tidak kalang-kabut, kalimat-kalimat tidak melayang ke sana-kemari, bumbu-bumbu cerita tidak berhamburan menyimpang dari hal-hal yang perlu dan relevan.

 Riwayat Singkat Penulis

Nama : Paskasius Gunawan Permadi
Tempat.tanggal lahir : Semarang, 11 Juni 1966
Status : Menikah
Istri : Eleonora Sulistiyani
Anak : Gabriel Putra Pinastika
  Gaudentius Ganesh Prasada
Alamat Rumah : Bukit Menur IV/ 358 Semarang
Pekerjaan : Managing Editor (Redaktur Pelaksana) Suara Merdeka
Pendidikan : Bahasa Inggris, Fakultas Sastra Universitas Diponegoro
  Political Communication, University of Sheffield, United Kingdom
Publikasi buku : Anak Jalanan: Riset Kualitiatif  (1998)
  Fantasi Terorisme (2002)
CATATAN: Pelatihan Menulis berikutnya dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Juli 2010.