“Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus“ (Filipi 1:10)

 

Allah tidak terkesan dengan tampilan luar. Dia selalu berfokus pada kualitas yang ada di dalam. Allah itu kudus dan Agung. Dia satu-satu-Nya Allah yang bijaksana, sang pencipta, Tuhan yang berdaulat, Dialah Sang Penguasa. Kita yang ingin mengembangkan karakter harus mengizinkan ketulusan menjadi lencana keunggulan kita. Ketulusan berasal dari kata dalam bahasa Latin yang berarti “tanpa lilin.“ Istilah Yunaninya berarti “telah diuji di bawah matahari “. Orang – orang zaman dulu membuat keramik yang sangat halus dan bernilai tinggi sehingga harganya mahal. Seringkali, ketika dibakar di tungku, keretakan kecil terjadi. Pedagang yang tidak jujur akan melapisi retak itu dengan lilin yang berwarna putih seperti mutiara, sehingga akan lulus uji sebagai keramik tanpa cacat kecuali jika dijemur dibawah matahari. Para pedagang yang jujur menandai keramik mereka yang tanpa cacat dengan tulisan sine care – “tanpa lilin“.

Itu adalah ketulusan yang sesungguhnya. Tanpa kepura-puraan, tanpa kemunafikan, dan anpa keretakan tersembunyi yang ditutup-tutupi. Tidak adanya keretakan menjamin adanya kebenaran. Ketika kebenaran sejati mengalir dari hidup kita, maka kita akan menjadi “seperti Kristus.“

Ketika kita giat berbuat dosa, kita secara sadar mengesampingkan apa yang kita sebut sebagai kebenaran tentang Allah. Kita mendustai diri dengan mengatakan, “Kita akan lolos. Allah tidak akan terlalu keberatan.” Anda dapat hidup sesuka hati Anda jika Anda tahu tidak diawasi dan tidak akan tertangkap basah. Namun, jauh di lubuk hati, Anda tahu ada Allah yang hidup dan kudus yang tidak akan membiarkan Anda melarikan diri terhadap dosa atau kejahatan yang Anda lakukan. (RM-05)

 

Doa: Ya Bapa, ajar setiap kami untuk selalu menjaga kekudusan hidup kami di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.