Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan:Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu(Roma 4:18)

 

Kita semua setuju bahwa happy ending (akhir yang bahagia-red) adalah penutup yang paling diharapkan apabila kita menyaksikan sebuah drama maupun film. Setelah kisah yang berliku-liku dan bahkan mungkin menguras air mata, maka sang Aktor utama pun memperoleh kebahagiaannya. Semua orang ikut berbahagia!

Tuhan sebagai sang Sutradara agung-pun sudah merancangkan happy ending bagi setiap orang percaya, namun liku-liku ‘drama’ dan proses yang lama telah membuat sebagian orang kehilangan pengharapan dan tenggelam dalam kesedihan dan keputus-asaan. Putus harap karena penantiannya dirasa sia-sia.

Ketika Tuhan memberikan janji mengenai keturunan bagi Abraham dan Sara, mereka sudah sangat tua dan rahim Sara secara medis sudah tidak ada kemungkinan untuk menerima benih dan mengandung anak mereka.

Janji yang mustahil dengan rentang waktu yang sangat lama hampir saja membunuh iman mereka. Peristiwa yang sama bisa saja terjadi pada kita, hampir membunuh iman dan bisa jadi, jika kita terus tenggelam dalam keputus-asaan maka iman kita benar-benar terbunuh.

Harga sebuah penantian adalah kebahagiaan, jika kita mau bertahan dan tetap percaya atau hidup dalam kekecewaan karena menolak untuk bertahan meskipun menderita karena percaya. Iblis tahu benar bahwa ketakutan adalah jurus paling ampuh untuk membuat kita berhenti menantikan janji Allah dan kemudian beralih kepada jalan pintas yang disediakan oleh dunia dan iblis.

Standar tertinggi bagi setiap orang percaya adalah kesetiaannya. Setia pada setiap janji Tuhan harus dikerjakan setiap hari, meskipun dalam pergumulan dan penderitaan. Karena hal-hal tersebut hanyalah sekedar ‘bumbu’ cerita supaya kita bahagia pada akhirnya, sama seperti Abraham dan Sara. Menggenapi janji Tuhan karena setia menanti! (EJ-05)

 

Doa: Tuhan Yesus, ajar setiap kami setia dalam menanti janji-Mu untuk tergenapi dalam kehidupan kami. Amin.