Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia” (Kejadian 20:6)

 

Pepatah lama berkata: “Dalamnya lautan dapat diduga, namun dalamnya hati siapa yang tahu?” Menjadi penjelasan yang paling tepat betapa sulitnya untuk mengenali motivasi sebenarnya dari seseorang pada saat melakukan sesuatu. Entahlah pada waktu ia memuji ataupun memberi pertolongan. Ada yang melakukannya karena maksud yang murni, ada pula yang lihai menyembunyikan kebohongan demi meraih keuntungan.

Ya, meskipun hati nurani dan Tuhan tidak mungkin dapat dibohongi, namun bukankah ketidaktulusan sudah berhasil menjerat banyak sekali orang. Anda mungkin salah satu korbannya? Menjengkelkan bukan? Di lain pihak, ketika kita berprasangka buruk mengenai seseorang, mungkin karena sikapnya yang kasar ataupun Tato yang menghiasi lengan dan lehernya, kita dengan mudah menghakimi dan menilai bahwa pastilah orang ini juga tidak baik, segala yang diperbuatnya kurang baik dan bahkan mungkin jahat.

Abraham ternyata adalah salah satu contoh orang percaya yang berburuk sangka pada seseorang hanya karena Abimelekh adalah seorang penguasa yang mampu melakukan segala hal, termasuk merenggut nyawanya, sampai-sampai ia harus menyusun strategi berbohong demi menyelamatkan hidupnya sendiri. Tragis bukan?

Abimelekh yang ‘kafir’ hidup dalam ketulusan, sementara  Abraham sebagai ‘anak Tuhan’ karena berprasangka buruk justru mengeluarkan jurus berbohong. Ironis bukan? Kita bisa belajar dua hal sekaligus dari peristiwa ini dan bahwa sekalipun seseorang belum mengenal Tuhan secara pribadi ternyata apabila ia hidup dalam ketulusan, Tuhan akan menjaga langkah-langkah hidupnya.

Kita adalah domba yang diutus ke tengah-tengah serigala dan bukan untuk menjadi serupa dengan Serigala yang culas dan licik. Apabila banyak orang-orang yang belum mengenal Tuhan ternyata hidup dalam ketulusan, maka anak-anak Tuhan jangan sampai hidup dalam kebohongan demi meraih keuntungan. (EJ-05)

 

Doa: Tuhan Yesus, ajari setiap kami untuk memiliki pemikiran yang baik dan benar ketika melakukan segala sesuatu. Amin.