“Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia” (Lukas 8:40)

 

“Tuhan ku rindu, masuk dalam hadirat-Mu, jiwaku menanti dalam kemuliaan yang kudus…” Begitulah pujian penyembahan di tengah ibadah yang dihadiri oleh ribuan orang. Suasana yang khusyuk membuat ibadah itu menjadi hidup. Saya pun masuk terbawa dalam hadirat Tuhan yang kuat, tiba-tiba saya merasakan seperti air mengalir mengubah suasana hatiku yang panas menjadi sejuk. Perasaan yang tenang, damai, dan teduh kembali menghampiriku, semakin aku masuk ke dalam, semakin kuat hadirat-Nya menguasai hidupku. Sukacita yang tidak pernah Penulis dapatkan di dunia ini. Sungguh, betapa mulia, betapa agung dan betapa besarnya kasih-Mu ya Tuhan. Rasa syukur yang dalam, hanya itu yang terlintas dalam pikiranku ketika aku berada dalam hadirat-Mu.

Betapa aku mencintai tempat kediaman-Mu ya Tuhan! Dalam hadirat-Nya kita semua menantikan Tuhan. Ini adalah penantian besar yang tercatat dalam buku kehidupan manusia. Dunia tidak mengenal-Nya sebab itu mereka tidak menantikan-Nya. Firman Tuhan berkata, “Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (Matius 19:30). Barangsiapa setia sampai akhir dikaruniakan mahkota kehidupan (Wahyu 2:10). Perkataan ini besar dan mengandung janji, hanya mereka yang menanti-nantikan Tuhan dengan setia yang mendapatkan upah. Kemuliaan yang akan datang membawa sukacita abadi dan kehidupan yang kekal. Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan kebahagiaan abadi di bumi yang fana, tetapi barangsiapa yang bertahan dalam penderitaan akan mendapatkan kebahagiaan kekal di bumi yang baru.

Matius 11:29-30 berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.(AD-05)

 

Doa: Ya Bapa, biarlah roh kami menyala-nyala, sabar dan bersukacita dalam menanti-nantikan Engkau datang yang kedua kalinya. Amin.